Langsung ke konten utama

KONSEP HIGHER ORDER THINKING SKILL PAUD

 

KONSEP HIGHER ORDER THINKING SKILL PAUD

Mudafiatun Isriyah 

A.   Latar Belakang

Perkembangan Pendidikan pada abad 21 mengingatkan pada Taksonomi Bloom yang harus memiliki keterampilan berfikir tingkat tinggi yaitu berfikir secara kognitif dari tingkat  rendah ke tingkat tinggi. Pemikiran tingkat tinggi membuat pengajaran dan pembelajaran lebih menarik karena menambah ketelitian intelektual dan kecakapan hidup. Bagi Anak Usia Dini (PAUD) keterampilan tingkat tinggi adalah kunci sukses belajar di sekolah pada semua aspek perkembangannya.

Simulasi pemikiran tingkat tinggi (HOT) memerlukan manipulasi mental sedangkan pemikiran tingkat rendah (LOT) memerlukan penggunaan langsung atau penerapan langsung, sebagai contoh:

 

1.    Menghitung angka 1-10 adalah keterampilan menyampaikan jumlah angka (LOT) tetapi membayangkan masih ada 10 hari lagi waktu ingin bertamasya (HOT). Decoding suara huruf dan mengungkap angka 1-10 adalah (LOT), memahami apa yang didengar atau dibaca anak adalah HOT.

2.    Ketika guru menyampaikan pertanyaan, misalnya, Apa nama bentuk ini? (sambil memegang selembar kertas bentuk segitiga), siswa menunjukkan kertas bentuk segitiga menunjukkan LOT. Tetapi siswa memotong selembar kertas segitiga untuk membuat segitiga sebanyak mungkin menunjukkan HOT

Hampir setiap kegiatan belajar mengajar bisa di kembangkan atau dimodifikasi untuk mengembangkan satu atau lebih jenis keterampilan berfikir tingkat tinggi. Dr. Saifer untuk mencapai pada HOT dapat memodifikasi dengan berbagai budaya, berbagai kemampuan lainnya, dan intelektual dalam belajar.

          Untuk mencapai potensi maksimal perlu  pengembangan kurikulum yang membangun pengetahuan dan keterampilan anak-anak. Kurikulum dikembangkan dengan fokus bagaimana anak-anak belajar dan apa yang mereka pelajari. Kurikulum yang mengeksplorasikan akademik dengan memasukkan berbagai perspektif dan berbagai tipe anak yang baik. Bagaimana membuat agar menjadikan anak yang bermakna.

          Ada banyak diskusi tentang anak usia dini, pentingnya guru mengembangkan hubungan yang bermakna dengan anak-anak dan keluarga. Bagaimana pendidik yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda dengan anak yang mereka ajar? Berikut akan dijelaskan mengenai:

·       Apa yang dimaksud HOTS PAUD?

·       Aspek apa saja yang melatarbelakangi perlunya HOTS PAUD?

·       Mengapa perlu HOTS PAUD? Adakah peluang dan kesempatan yang dimanfaatkan?

·       Persiapan seperti apa yang harus dilakukan oleh para praktisi pendidikan?

·       Konteks dan keberadaan HOTS PAUD dalam perkembangan pendidikan dan pembelajaran?

·       Bagaimana alasan mendasar dan sangat prinsip yang melatarbelakangi berbagai jenjang pendidikan yang berlomba dan melibatkan serta memanfaatkan HOTS PAUD semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan.


Tunggu selanjutnya ya..... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MERDEKA MENULIS (9)

Minggu, 15 Maret 2020 Tema: Mengapa Menulis Nara sumber: Bp. Dudung Nurullah Koswara Judul: Merdeka Menulis Oleh: Mudafiatun Isriyah "Ketika antibiotik menolak antivirus maka jagalah silaturrahim"  Menetapkan alarm jam 02.00. Di hari Minggu jam 01.45 telepon berdering, Budi sahabatku menelpon, ok siap prepare kataku. Jam 02.20 telepon berdering, ok On The Road. Percakapan ini menunjukkan tanda serius bergabung berangkat menuju Kottta Blater Kab. Jember. Kata Silah yang artinya hubungan dan rahim artinya kerabat. Untuk itu rasululloh memerintahkan agar umat islam menjaga dan menyambung kekerabatan khususnya bagi sesama muslim. Berawal dari silaturrahim online WAG Delima (keluarga alumni SMPN 1Kab. Lumajang tahun 1985), terbentuklah panitia dadakan untuk menindaklanjuti silaturrahim ke saudara D5 yang ada di desa  Blater yaitu saudara Nike Tri Wijayanti. Dilakukan survey lapangan terlebih dahulu, dinyatakan Pantai Canga...

BELAJAR BELAJAR BELAJAR MENULIS SETIAP HARI (32)

Rabu, 29 April 2020 Tema: BELAJAR BELAJAR BELAJAR MENULIS SETIAP HARI Nara Sumber: Dr Uswadin                        Pengembang Labschool                        Ketua IKA UNJ, Kabid Pend.ISNU DKI Jakarta                        https://uswadinlabschool.blogspot.com/ Judul: Menulis Menulis Menulis Setiap Hari Oleh: Mudafiatun Isriyah         'Bermanfaatlah untuk sesama' ( Uswadin ) Assalamualaikum wr wb Profil:                                            Brebes, 15 Maret 1968 Pendidikan MP S3 UNJ Guru SMP Labschool Jakarta, dan Kebayoran. Kepala SMP Labschool Cibubur 2011 sd 2019 Pengembang Labschool UNJ Menikah dikarunia 2 anak Tinggal di Matrama...

Tradisi Ngawuwuh: Menghidupkan Semangat Berbagi di Tengah Arus Individualisme

 Tradisi Ngawuwuh: Menghidupkan Semangat Berbagi di Tengah Arus Individualisme Oleh: Mudafiatun Isriyah Di tengah gempuran gaya hidup modern yang cenderung individualis, nilai-nilai sosial yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang kita semakin menghadapi tantangan untuk tetap relevan. Salah satu nilai luhur yang kini mulai dilupakan adalah Ngawuwuh, tradisi berbagi khas Jawa Timur yang mengajarkan kita untuk memberi tanpa mengharapkan balasan. Di era ketika teknologi dan kehidupan kota yang serba cepat cenderung memisahkan manusia satu sama lain, semangat Ngawuwuh justru dapat menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial dan kebersamaan. Apa Itu Ngawuwuh? Ngawuwuh berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti "memberi" atau "menyumbangkan sesuatu tanpa pamrih." Tradisi ini biasanya dilakukan dengan berbagi makanan, hasil panen, atau bantuan lainnya kepada orang lain yang membutuhkan, baik tetangga, keluarga, maupun masyarakat sekitar. Filosofi...