Langsung ke konten utama

WARNA WARNI MAKANAN WUJUD SYUKUR SAAT WFH (24)

Sabtu, 17 Mei 2020
Mudafiatun Isriyah, 

'Warna Warni Makanan Wujud Syukur Saat WFH'


Membuktikan bahwa selalu bersyukur maka akan ditambah nikmat Allah. Habis mengupas Qs. Ibrahim:7 kemarin, kejutan mendapat penghargaan dari Penerbit Andi Yogjakarta, rasa bangga tidak tertutupi karena hasil konsistensi menulis di blog bersama Omjay. Saya bercerita sama anak-anak kalau paketan yang datang ini ibu mendapat hadiah dari Penerbit Andi. Selain rasa syukur tak berhenti karena hasil kerja konsistensi menulis motivasi ini sebagai virus semangat buat anak-anak agar memanfaatkan waktu sebaik mungkin paling tidak ibu sebagai tolok ukur keberhasilan pada anak-anak. Tak lama bercerita saya membuka HP dan langsung pada grup menulis, tak sangka dan tak kuduga ternyata benar jika semakin banyak bersyukur maka akan bertambah nikmat dari Allah. Ternya di link ini ada nama saya, https://wijayalabs.wordpress.com/2020/05/16/hadiah-kejutan-untuk-9-guru-blogger-dari-penerbit-andi-yogyakarta/. Saya mendapat kesempatan lagi menerima hadiah dari Penerbit Andi untuk sembilan orang terpilih. Terima kasih Penerbit Andi, setidaknya buat support untuk setiap hari menulis. 

Sebenarnya anak-anak semua penggemar menulis namun tidak di simpan di blog, asal menulis dan berkarya hasilnya di atas kertas yang tidak bisa tersimpan bagus. Suka menggambar dan main musik, keseharian anak-anak selalu beraktivitas positif menghasilkan karya. Bahkan untuk hobby kuliner sekarang dialihkan pada memasak saja di rumah selama WFH ini. Jadi karyanya menu-menu kekinian, seperti minuman Dalgona, pie susu, cireng dan setiap hari mereka membuat menu baru.

ini membuat pizza dan poding pepaya.


ini kue pancake

ini kue Curos sama Dalgona


Queqerstime

jus smootish
tomyam
Puding lumut
Es Cream Oreo
Siomay
Oblok-oblok
Cream Soup
Fire Wings Chicken Saos Keju
Mie Goreng Toping Jamur
Bihun Kuah Toping Jamur Bakso 
Oteok
Kue Janda Genit JANIT
Pentol Mercon
Dalgona Matcha
Dalgona Chocolatos
Kulak Durian
scramble egg
Terang Bulan Mini
Terang Bulan Mini
Moringa Vegetable
Fish Salt
Disert Box Oreo 
Steak Tempe
Urap-urap
Infeus Cucumber
Donat nama
Cireng Sambal Bu Rudy

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MERDEKA MENULIS (9)

Minggu, 15 Maret 2020 Tema: Mengapa Menulis Nara sumber: Bp. Dudung Nurullah Koswara Judul: Merdeka Menulis Oleh: Mudafiatun Isriyah "Ketika antibiotik menolak antivirus maka jagalah silaturrahim"  Menetapkan alarm jam 02.00. Di hari Minggu jam 01.45 telepon berdering, Budi sahabatku menelpon, ok siap prepare kataku. Jam 02.20 telepon berdering, ok On The Road. Percakapan ini menunjukkan tanda serius bergabung berangkat menuju Kottta Blater Kab. Jember. Kata Silah yang artinya hubungan dan rahim artinya kerabat. Untuk itu rasululloh memerintahkan agar umat islam menjaga dan menyambung kekerabatan khususnya bagi sesama muslim. Berawal dari silaturrahim online WAG Delima (keluarga alumni SMPN 1Kab. Lumajang tahun 1985), terbentuklah panitia dadakan untuk menindaklanjuti silaturrahim ke saudara D5 yang ada di desa  Blater yaitu saudara Nike Tri Wijayanti. Dilakukan survey lapangan terlebih dahulu, dinyatakan Pantai Canga...

BELAJAR BELAJAR BELAJAR MENULIS SETIAP HARI (32)

Rabu, 29 April 2020 Tema: BELAJAR BELAJAR BELAJAR MENULIS SETIAP HARI Nara Sumber: Dr Uswadin                        Pengembang Labschool                        Ketua IKA UNJ, Kabid Pend.ISNU DKI Jakarta                        https://uswadinlabschool.blogspot.com/ Judul: Menulis Menulis Menulis Setiap Hari Oleh: Mudafiatun Isriyah         'Bermanfaatlah untuk sesama' ( Uswadin ) Assalamualaikum wr wb Profil:                                            Brebes, 15 Maret 1968 Pendidikan MP S3 UNJ Guru SMP Labschool Jakarta, dan Kebayoran. Kepala SMP Labschool Cibubur 2011 sd 2019 Pengembang Labschool UNJ Menikah dikarunia 2 anak Tinggal di Matrama...

Tradisi Ngawuwuh: Menghidupkan Semangat Berbagi di Tengah Arus Individualisme

 Tradisi Ngawuwuh: Menghidupkan Semangat Berbagi di Tengah Arus Individualisme Oleh: Mudafiatun Isriyah Di tengah gempuran gaya hidup modern yang cenderung individualis, nilai-nilai sosial yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang kita semakin menghadapi tantangan untuk tetap relevan. Salah satu nilai luhur yang kini mulai dilupakan adalah Ngawuwuh, tradisi berbagi khas Jawa Timur yang mengajarkan kita untuk memberi tanpa mengharapkan balasan. Di era ketika teknologi dan kehidupan kota yang serba cepat cenderung memisahkan manusia satu sama lain, semangat Ngawuwuh justru dapat menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial dan kebersamaan. Apa Itu Ngawuwuh? Ngawuwuh berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti "memberi" atau "menyumbangkan sesuatu tanpa pamrih." Tradisi ini biasanya dilakukan dengan berbagi makanan, hasil panen, atau bantuan lainnya kepada orang lain yang membutuhkan, baik tetangga, keluarga, maupun masyarakat sekitar. Filosofi...