Langsung ke konten utama

MENGEJAR CURAHAN RAHMAT 10 HARI PERTAMA (3)

Sabtu 25 April 2020
Oleh: Mudafiatun Isriyah


Malam ini membaca Surah 6 Al An'am (hewan ternak) di dalamnya disebut Al An'am dalam hubungan dengan adat istiadat kaum musyrik yang menurut mereka hewan-hewan ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan mereka.

Membaca Surah 7 Al A'raf merupakan  perkataan Al A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A'raf yaitu tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.

Malam ini memang banyak orang berebut beramal. Tadarus di garasi mobil bersama adek-adek dan anak memang ajang merebut peluang mencari Curahan Rahmat Allah di 10 hari pertama.

Cafe OMAHOMA delifery makanan dengan aneka rasa sambal Bawang, Ijo+Cenok, Black Paper+egg, Matah dan lava.
 Heemmm Yummy, barokalloh ya yang niatnya beramal. Minuman Kopi, coklat, maca dan taro, wahhh minuman kekinian semua.
minuman yang berkah karena ternyata makanan dan minuman merupakan tasyakuran dari Kakak Zada yang lagi dapat rezeki yaitu SK PNS nya turun, alhmdulillah.

Namun yang tidak kalah pentingnya adalah Tadarus Surah 6 Al An'am dan Surah 7 Al A'raf. Semoga usaha ini mengejar Curahan Rahmat Allah diperoleh bagi semua yang ikut mengaji, aaminnnn.

Di akhiri seperti biasa sedikit membahas kesimpulan dari surah Al An'am dan Al A'raf.
Serta membahas jumlah covid di Lumajang bertambah menjadi 13 dan beberapa petugas kesehatan yang positif sehingga mulai hari ini semua Poli lockdown, Ya Rabb semoga Corona segera berlalu berkah Ramadhan yang hamba tunggu-tunggu, aamiinn

#Tadarus ketiga
#Hari kedua
#Mudafiatun Isriyah

Komentar


  1. aamiin ya rabbal alamin...🤲

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Benar sekali setiap malam pasti ada suguhi makanan karena kami mengaji digarasi mbl terbuka dan terang shg para tetangga ikutan mengajaji dg jarak, namun asyiknya berkah mengalir makanan juga mengalir kwkwkwkk

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MERDEKA MENULIS (9)

Minggu, 15 Maret 2020 Tema: Mengapa Menulis Nara sumber: Bp. Dudung Nurullah Koswara Judul: Merdeka Menulis Oleh: Mudafiatun Isriyah "Ketika antibiotik menolak antivirus maka jagalah silaturrahim"  Menetapkan alarm jam 02.00. Di hari Minggu jam 01.45 telepon berdering, Budi sahabatku menelpon, ok siap prepare kataku. Jam 02.20 telepon berdering, ok On The Road. Percakapan ini menunjukkan tanda serius bergabung berangkat menuju Kottta Blater Kab. Jember. Kata Silah yang artinya hubungan dan rahim artinya kerabat. Untuk itu rasululloh memerintahkan agar umat islam menjaga dan menyambung kekerabatan khususnya bagi sesama muslim. Berawal dari silaturrahim online WAG Delima (keluarga alumni SMPN 1Kab. Lumajang tahun 1985), terbentuklah panitia dadakan untuk menindaklanjuti silaturrahim ke saudara D5 yang ada di desa  Blater yaitu saudara Nike Tri Wijayanti. Dilakukan survey lapangan terlebih dahulu, dinyatakan Pantai Canga...

BELAJAR BELAJAR BELAJAR MENULIS SETIAP HARI (32)

Rabu, 29 April 2020 Tema: BELAJAR BELAJAR BELAJAR MENULIS SETIAP HARI Nara Sumber: Dr Uswadin                        Pengembang Labschool                        Ketua IKA UNJ, Kabid Pend.ISNU DKI Jakarta                        https://uswadinlabschool.blogspot.com/ Judul: Menulis Menulis Menulis Setiap Hari Oleh: Mudafiatun Isriyah         'Bermanfaatlah untuk sesama' ( Uswadin ) Assalamualaikum wr wb Profil:                                            Brebes, 15 Maret 1968 Pendidikan MP S3 UNJ Guru SMP Labschool Jakarta, dan Kebayoran. Kepala SMP Labschool Cibubur 2011 sd 2019 Pengembang Labschool UNJ Menikah dikarunia 2 anak Tinggal di Matrama...

Tradisi Ngawuwuh: Menghidupkan Semangat Berbagi di Tengah Arus Individualisme

 Tradisi Ngawuwuh: Menghidupkan Semangat Berbagi di Tengah Arus Individualisme Oleh: Mudafiatun Isriyah Di tengah gempuran gaya hidup modern yang cenderung individualis, nilai-nilai sosial yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang kita semakin menghadapi tantangan untuk tetap relevan. Salah satu nilai luhur yang kini mulai dilupakan adalah Ngawuwuh, tradisi berbagi khas Jawa Timur yang mengajarkan kita untuk memberi tanpa mengharapkan balasan. Di era ketika teknologi dan kehidupan kota yang serba cepat cenderung memisahkan manusia satu sama lain, semangat Ngawuwuh justru dapat menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial dan kebersamaan. Apa Itu Ngawuwuh? Ngawuwuh berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti "memberi" atau "menyumbangkan sesuatu tanpa pamrih." Tradisi ini biasanya dilakukan dengan berbagi makanan, hasil panen, atau bantuan lainnya kepada orang lain yang membutuhkan, baik tetangga, keluarga, maupun masyarakat sekitar. Filosofi...