Langsung ke konten utama

USIAKU TAK LAGI MUDA TAPI NAMAKU MUDA

Selasa, 21 April 2020
'Allohumagfirli Waliwa Lidayya Warhamhuma Kama Robbayani Soghiiro'

Judul paling tepat saat ini adalah itu!
Seperti lataknya yang lain di hari usianya bertambah setahun baik di FB IG dan wa grup lainnya marak dengan ucapan Selamat Ulang Tahun dan Selamat Hari Kartini, penulis buku Habis Gelap Terbitlah Terang. kini Kartini yunior genap berusia setengah abad plus one. Rasa haru dan bahagia sudah melahirkan tiga anak yang sudah besar si Zada Wildaningrum Mustika Ratri sudah diantarkan di pintu guru PNS SMKN Pasirian dan anak kedua Aji Mahsa Al maukuf saat ini perancang robotika di Yogjakarta dan anak ketiga sedang belajar di SMPN 1 Lumajang. Mereka sudah besar dan semua anak yang cerdas dan sholeh dan sholehah aamiinn. Doa buat anak-anak terus dan tetap berkarya karena sukses itu ada pada nilai konsistensi kesabaran selebihnya berserah diri pada Allah.
Ucapan ini yang ku kirim untuk teman-teman yang memberi ucapan karena saat yang bersamaan surprise keluarga dari Klakah Wonorejo dan Lumajang sudah nyerbu ke rumah untuk acara makan-makan menjelang bulan suci Ramadhan sekalian kita bermaaf maafan agar menjalani puasa di bulan Ramadhan di beri kemudahan dan bisa bertemu kembali di bulan Ramadhan akan datang aamiinnn.
Lek Rod dan keluarga sudah sangat lama tidak datang ke rumah Tempeh, akhirnya bisa hadir untuk bermaaf maafan, puji syukur kehadirat Allah karena dimudahkan semua untuk saling bermaafan.
Serunya bersama keluarga besar. Wahh yang paling mengesankan adalah permintaan para anak-anak kekinian dengan resep minuman DALGONA adalah salah satu yang di tunggu-tunggu. Dibuat oleh Ditul sama wiu serta tak lupa mas eko ikut memblender nya, wahhh keren dan mengesankan. Nilai kebersamaan yang tak pernah lekang dari waktu tujuan dari acara ini. Semoga dapat dijadikan budaya silaturrahmi yang di awali dari rumah induk oleh Mbah Rod dan tuan rumah Nyik. Bismillah berkah.


Dan juga memberi support Pak ngadiwan Uci Mami Wike Dewek serta Ika dan Dedik turut meraikan menghabiskan menu yang di buat oleh para chef muda si Cantik Ayu Zada Wike dan Ika, mereka adalah gadis-gadis krearif menuangkan ide-ide kreatif dalam memasak. Kerenn dan seruuu saling bersilaturrahmippp

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MERDEKA MENULIS (9)

Minggu, 15 Maret 2020 Tema: Mengapa Menulis Nara sumber: Bp. Dudung Nurullah Koswara Judul: Merdeka Menulis Oleh: Mudafiatun Isriyah "Ketika antibiotik menolak antivirus maka jagalah silaturrahim"  Menetapkan alarm jam 02.00. Di hari Minggu jam 01.45 telepon berdering, Budi sahabatku menelpon, ok siap prepare kataku. Jam 02.20 telepon berdering, ok On The Road. Percakapan ini menunjukkan tanda serius bergabung berangkat menuju Kottta Blater Kab. Jember. Kata Silah yang artinya hubungan dan rahim artinya kerabat. Untuk itu rasululloh memerintahkan agar umat islam menjaga dan menyambung kekerabatan khususnya bagi sesama muslim. Berawal dari silaturrahim online WAG Delima (keluarga alumni SMPN 1Kab. Lumajang tahun 1985), terbentuklah panitia dadakan untuk menindaklanjuti silaturrahim ke saudara D5 yang ada di desa  Blater yaitu saudara Nike Tri Wijayanti. Dilakukan survey lapangan terlebih dahulu, dinyatakan Pantai Canga...

BELAJAR BELAJAR BELAJAR MENULIS SETIAP HARI (32)

Rabu, 29 April 2020 Tema: BELAJAR BELAJAR BELAJAR MENULIS SETIAP HARI Nara Sumber: Dr Uswadin                        Pengembang Labschool                        Ketua IKA UNJ, Kabid Pend.ISNU DKI Jakarta                        https://uswadinlabschool.blogspot.com/ Judul: Menulis Menulis Menulis Setiap Hari Oleh: Mudafiatun Isriyah         'Bermanfaatlah untuk sesama' ( Uswadin ) Assalamualaikum wr wb Profil:                                            Brebes, 15 Maret 1968 Pendidikan MP S3 UNJ Guru SMP Labschool Jakarta, dan Kebayoran. Kepala SMP Labschool Cibubur 2011 sd 2019 Pengembang Labschool UNJ Menikah dikarunia 2 anak Tinggal di Matrama...

Tradisi Ngawuwuh: Menghidupkan Semangat Berbagi di Tengah Arus Individualisme

 Tradisi Ngawuwuh: Menghidupkan Semangat Berbagi di Tengah Arus Individualisme Oleh: Mudafiatun Isriyah Di tengah gempuran gaya hidup modern yang cenderung individualis, nilai-nilai sosial yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang kita semakin menghadapi tantangan untuk tetap relevan. Salah satu nilai luhur yang kini mulai dilupakan adalah Ngawuwuh, tradisi berbagi khas Jawa Timur yang mengajarkan kita untuk memberi tanpa mengharapkan balasan. Di era ketika teknologi dan kehidupan kota yang serba cepat cenderung memisahkan manusia satu sama lain, semangat Ngawuwuh justru dapat menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial dan kebersamaan. Apa Itu Ngawuwuh? Ngawuwuh berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti "memberi" atau "menyumbangkan sesuatu tanpa pamrih." Tradisi ini biasanya dilakukan dengan berbagi makanan, hasil panen, atau bantuan lainnya kepada orang lain yang membutuhkan, baik tetangga, keluarga, maupun masyarakat sekitar. Filosofi...