Langsung ke konten utama

PINTAR MENULIS, INILAH CARANYA (15)

Selasa, 31 Maret 2020

Tema: Menulis semudah berbicara
Nara Sumber: Ibu Sri Melni dari Solok

Oleh: Mudafiatun Isriyah



Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarokaatuh
Setelah melihat video tentang laporan tiap grup belajar menulis bersama OmJay dkk, tiba-tiba ada pemberitahuan bahwa ada materi dari Ibu Melni. Setelah absen dulu di google form saya melaksanakan sholat Isya terlebih dahulu. Nah akhirnya sedikit terlambat. Ada panggilan Ibu Lilis Cantik: kok baru muncul Bu Dosen? Hemmmm iya Ibu Cantik saya masih melaksanakan sholat dulu. Nahh langsung bergabung di grup gelombang 4, keluarlah gambar ini.


Ibu Melni meminta membuka Aplikasi Writer Plus di downloud dulu melalui Play Store. Kemudian dibuka.
Ini tampilan New Dokumen untuk memulai berbicara. Coba langsung berbicara maka langsung tulisn terekam. Untuk memulai menulis dengang berbicara tekan tanda microphone. Jika sudah berubah warna silakan bicara sesuai yg diinginkan. Apa saja yg akan kita ucapkan untuk menulis. Silakan mencoba bapak ibu, itu pesan Ibu Melni.


Saran Ibu Melni silakan coba apa yg akan ditulis itu ucapkan. Dia akan terekam sendiri. Nanti jika mau menyimpannya dan merubah dalam bentuk dokumen seperti mik word


Tanda tambah itu artinya memulai membuka dokumen. Kemudian klik tanda titik 3 disudut kanan atas untuk memilih share kemana akan memindahkan data tulisan yang sudah terekam. Lalu share, namun seblumnya harus dirobah dulu dalam bentuk text. Kemudian bisa di share ke whatsaap. Jika sudah dalam bentuk text kita akan mudah meng-editnya. Dan juga bisa dipindahkan ke mik word untuk menyimpannya.



Bu Tere bertanya: Berarti setelah dari text ubah ke Ms. Word ya, Bu ?
Ibu Melni menjawab: Iya

Aplikasi ini sangat simple untuk digunakan jika kita mau menulis baik sambil berjalan, tidur-tiduran tanpa harus membawa laptop setiap saat, Ibu Melni menjelaskan.

Bertanya Pak Winarno: voice note langsung berubah menjadi text
Ibu Melni: Boleh juga. silakan pilih yang mana yang di suka.


Ini contoh kalimat hasil rekaman Primer Plus.

Nah ini pilih share kemudian siap dikirim kemana yang kita inginkan, bisa di copy paste dalam bentuk dokumen kemudian kita tinggal mengeditnya.

Kesimpulan:
Tidak ada alasan untuk tidak bisa menulis. asal kita bisa melihat benda disekitar kemudian simpan di otak dan ungkapkan dengan lisan dengan aplikasi Write Plus ini. Kesempatan adanya pandemi covid-19 ini kita lebih banyak waktu di rumah sehingga kita bisa menulis sambil mengerjakan kegiatan di rumah, sambil memasak, olah raga, dan mengerjakan tugas lainnya kita bisa berucap menjadi tulisan sesuai dengan yang kita inginkan.Indahnya berbagi ilmu.

Wassalamualaikum Wr. Wb

#Mudafiatun Isriyah

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MERDEKA MENULIS (9)

Minggu, 15 Maret 2020 Tema: Mengapa Menulis Nara sumber: Bp. Dudung Nurullah Koswara Judul: Merdeka Menulis Oleh: Mudafiatun Isriyah "Ketika antibiotik menolak antivirus maka jagalah silaturrahim"  Menetapkan alarm jam 02.00. Di hari Minggu jam 01.45 telepon berdering, Budi sahabatku menelpon, ok siap prepare kataku. Jam 02.20 telepon berdering, ok On The Road. Percakapan ini menunjukkan tanda serius bergabung berangkat menuju Kottta Blater Kab. Jember. Kata Silah yang artinya hubungan dan rahim artinya kerabat. Untuk itu rasululloh memerintahkan agar umat islam menjaga dan menyambung kekerabatan khususnya bagi sesama muslim. Berawal dari silaturrahim online WAG Delima (keluarga alumni SMPN 1Kab. Lumajang tahun 1985), terbentuklah panitia dadakan untuk menindaklanjuti silaturrahim ke saudara D5 yang ada di desa  Blater yaitu saudara Nike Tri Wijayanti. Dilakukan survey lapangan terlebih dahulu, dinyatakan Pantai Canga...

Tradisi Ngawuwuh: Menghidupkan Semangat Berbagi di Tengah Arus Individualisme

 Tradisi Ngawuwuh: Menghidupkan Semangat Berbagi di Tengah Arus Individualisme Oleh: Mudafiatun Isriyah Di tengah gempuran gaya hidup modern yang cenderung individualis, nilai-nilai sosial yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang kita semakin menghadapi tantangan untuk tetap relevan. Salah satu nilai luhur yang kini mulai dilupakan adalah Ngawuwuh, tradisi berbagi khas Jawa Timur yang mengajarkan kita untuk memberi tanpa mengharapkan balasan. Di era ketika teknologi dan kehidupan kota yang serba cepat cenderung memisahkan manusia satu sama lain, semangat Ngawuwuh justru dapat menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial dan kebersamaan. Apa Itu Ngawuwuh? Ngawuwuh berasal dari kata dalam bahasa Jawa yang berarti "memberi" atau "menyumbangkan sesuatu tanpa pamrih." Tradisi ini biasanya dilakukan dengan berbagi makanan, hasil panen, atau bantuan lainnya kepada orang lain yang membutuhkan, baik tetangga, keluarga, maupun masyarakat sekitar. Filosofi...

BELAJAR BELAJAR BELAJAR MENULIS SETIAP HARI (32)

Rabu, 29 April 2020 Tema: BELAJAR BELAJAR BELAJAR MENULIS SETIAP HARI Nara Sumber: Dr Uswadin                        Pengembang Labschool                        Ketua IKA UNJ, Kabid Pend.ISNU DKI Jakarta                        https://uswadinlabschool.blogspot.com/ Judul: Menulis Menulis Menulis Setiap Hari Oleh: Mudafiatun Isriyah         'Bermanfaatlah untuk sesama' ( Uswadin ) Assalamualaikum wr wb Profil:                                            Brebes, 15 Maret 1968 Pendidikan MP S3 UNJ Guru SMP Labschool Jakarta, dan Kebayoran. Kepala SMP Labschool Cibubur 2011 sd 2019 Pengembang Labschool UNJ Menikah dikarunia 2 anak Tinggal di Matrama...