Langsung ke konten utama

MALAM DUA SATU YANG BERKAH (21)

Rabu, 13 Mei 2020
Mudafiatun Isriyah
Malam ini langit sangat cerah. Sejak sore Tim Hore sudah heboh dengan menu masak. Masakan pertama adalah 'Seblak: dengan minuman Thai Tea segar. Saat mengaji ada tamu ternyata Pak Dadut dengan Bu Siti. Tamu yang berkah alhamdulillah ada kesempatan beramal makan Seblak bersama dan diakhiri minum Thai Tea segar. Kemudian di saat asyik ngobrol si Kecil Cla ambil gitar dan Pak Dadut memainkannya. Dilantunkan lagu lirih hanya untuk memberi semangat latihan main gitar dengan Cla. Suasana silaturrahim menjadi hangat karena menjadi tertarik melanjutkan main gitar. 


Tak lama kemudian Beliau berdua sudah mengakhiri pulang. Sedang Tim Hore ini melajutkan hobinya yaitu membuat Kus "Janda Genit".


terlepas dari kegiatan memasak yang memang diagendakan agar mengaji bisa tumakninah, ada yang mengaji juga ada yang memasak buat konsumsi diri dan Tim Hore yang setiap hari selalu menentukan menu apa yang diinginkan. Hal semacam ini sebagai agenda agar termotivasi menjalankan ibadah tadarus pada malam hari jika di siang hari semua ikut webinar. Memanfaatkan waktu saat stay at home. Sekaligus sebagai menyambut Malam Lailatul Qadar. 

Sebenarnya Bulan Ramadhan dibagi menjadi tiga fase. Fase pertama adalah sepuluh hari pertama yang merupakan fase rahmat dan kasih sayang Allah. Fase sepuluh hari kedua dinamakan fase maghfirah yakni ampunan dari Allah SWT, dan Fase sepuluh hari ketiga adalah Fase Itqun minan Nar yakni pembebasan dari api neraka.   Malam ini pada saat Itqun Minan Nar, sehingga kita salimg mengait mengacarakan untuk melakukan dan menyambut Malam Lailatul Qadar.

Pada malam pertengahan bulan Ramadhan Allah menurunkan Al-Qur'an, menakdirkan segala urusan, hukum, rezeki dan ajal untuk jangka selama setahun. Kesempatan ini kita harus memanfaatkan masa-masa Pertengahan terakhir bulan Ramadhan. Untuk mendapatkan Malam Lailatul Qadar kita harus mengetahui ciri-cirinya. Malam Lailatul Qadar ditandai dengan situasi langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas.  
Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa cara untuk mengetahui Lailatul Qadar bisa dilihat dari hari pertama dari bulan Ramadhan. Jika awalnya jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29.    Jika awalnya jatuh pada hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21. Jika awalnya jatuh pada hari Selasa atau Jum'at maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27. Jika awalnya jatuh pada hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25. Jika awalnya jatuh pada hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23.  Sedangkan Ramadhan ini jatuh pada hari Jumat jadi menurut riwayat di atas maka jatuhnya Malam Lailatul Qadar jatuh pada hari ke 23 dan hari ke 27. Malam ini ternyata  awal Ramadhan jatuh pada hari Jumat. Maka kita siap-siap di awal 10 hari terakhir membangun kesiapan dan semangat agar kita sama-sama mendapatkan Malam 1000 bulan, aamiinnn

Tak berhenti disini ternyata Tim Hore lanjut buat kue queqer time
masyaAllah diberi kekuatan sampai pagi mengaji sambil cetak kue buat lebaran. Aamiinn

#Awal Malam lailatul Qadar
#Selalu memanjatkan doa semoga Allah meridhoi  artikel submit di Elementary Education Online
#Malam yang terhindar itqun finnar aamiinn

Komentar

  1. Yaa Allah saya merasakan ada bersama Tim Hore dengan segala kerempongannya
    Mau ke luar ah ,lihat suasana malam selikur dan bsnyakin berdoa.

    BalasHapus

Posting Komentar